Training ke Toilet: HadiaH untuk Latihan di Toilet

Training ke Toilet: HadiaH untuk Latihan di Toilet

Tula Karras

Semua berjalan baik sepanjang menyangkut latihan menggunakan toilet. Tetapi sudahkah ada hasilnya? --- atau bertambah buruk. Sangatlah normal anak memerlukan waktu untuk melakukannya Atau mereka memerlukan pengalaman untuk itu. Adalah tugas Anda menerima dan mendukung mereka di manapun mereka berada dalam proses itu.

Katakan, Anda bisa didorong untuk bergerak maju dengan mengiming-imingi memberikan hadiah untuk penyemangat. Berikut ini cara memotivasi tanpa mendorong-dorong.

  Seni memberi hadiah

  Pembantu di Toilet

  Pakaian dalam dan pakaian luar

Seni memberi hadiah

The Art of Rewards Hadiah bisa sebagai alat kalau digunakan dengan benar. Tetapi kalau digunakan secara salah, bisa terjadi serangan balik, yaitu memindahkan tekanan seluruhnya dari tugas itu sendiri kepada menuntut hadiahnya. Ikutilah petunjuk pedoman berikut agar semua berjalan pada jalur sebenarnya:

  • Mulailah dengan hadiah non-material. Pujian dan ucapan selamat atas keberhasilan menjadi hadiah yang paling dinantikan. Anda harus selalu memberikan pujian atau pelukan setiap saat anak menunjukkan langkah maju, seperti memberitahukan kepada Anda bila ia ingin b.a.k. Bahkan biarpun itu di dalam popok. Anda juga bisa “merayakan” keberhasilan keci-kecil seperti (duduk di atas dudukan toilet, kalaupun tak ada yang keluar) dengan cara sebuah telepon kepada seseorang yang Anda cintai. Beberapa orangtua menyusun lagu atau tarian khusus untuk hal semacam ini kapan saja anak menunjukkan keberhasilan. Akan tetapi hindarilah melakukannya secara berlebihan, agar tidak membuat terlalu amat penting proses terkait atau meletakkan terlampau banyak tekanan pada anak Anda.
  • Buatlah hadiah material dalam jumlah kecil. Cobalah dengan hadiah kepada anak Anda dengan semacam perlakuan kecil setiap kali ia mencapai suatu tujuan. Pergilah bersama ke toko, dan belilah sebungkus kecil stiker, mainan mobil kecil ukuran korek api, atau crayon.Letakkan di tempat yang tidak terjangkau tetapi terlihat, waktu ia ke toilet Berikan hadiah hanya ketika ia benar-benar berhasil baik; kalau tidak, dalam beberapa lama saja Anda akan kehabisan hadiah !
     
  • Hindari memberikan hadiah besar dan mahal. Membiasakannya demikian akan menjadikan anak hanya mengejar hadiahnya dan bukan mengejar tujuan yang sebenarnya. Dan seperti menempatkannya pada memperoleh suatu hadiah besar hanya dengan berhasil melakukan sesuatu tugas yang yang sebenarnya dapat dicapai secara alamiah. Yang dikehendaki adalah anak dapat menggunakan semua peralatan di toilet dengan benar karena ia menguasai dan bisa mengendalikan gerakan tubuhnya, bukan karena kemampuannya memperoleh hadiah.
     
  • Ketika memberikan hadiah makanan -- manisan,es krim, chips – bisa sangat efektif dalam jangka pendek dibandingkan dengan memberikan hadiah yang besar. Anda tentu tidak menginginkan anak mulai melihat dan menaksir makanan tertentu ( seperti permen, manisan) sebagai sesuatu yang diterimanya bila membuat Anda senang atau bila ia melakukan sesuatu yang baik. Anak-anak seusia ini sudah menilai dan mengendalikan apa yang masuk ke dalam tubuh mereka sebagaimana dengan apa yang keluar. Adalah sangat baik mengatasi masalah makanan ini secara terpisah, daripada membawa masalah ini ke dalam arena toilet.
  • Buatlah papan hadiah. Anak yang lebih tua (usia 4 th. ke atas) akan mengerti konsep berimbang(impas, kembali modal) setelah serangkaian keberhasilan . Untuk melacak keberhasilan anak , buatlah “papan hadiah” suatu pengingat visual mengenai kebutuhan anak mencapai apa memperoleh hadiah apa. Untuk setiap hari dalam minggu ketika anak berhasil, berilah tanda bintang di papan, kalau ia telah mengumpulkan lima bintang, ia menerima sebuah hadiah kecil--- pergi nonton bioskop, atau boneka binatang.
  • Beri hadiahnya langsung segera. Anda akan memperkuat keinginan untuk melakukan perilaku yang dikehendaki dengan memberi hadiah secara segera. Kebanyakan anak tidak memiliki cukup perspektif untuk menghubungkan antara hadiah dan perilaku kalau hadiah hadiah datang jauh waktu dari pencapaian “goal”. Semakin muda usia anak sebaiknya Anda semakin cepat memberikan hadiah.

 

Bantuan toilet

Ada cara efektif lain untuk memotivasi anak di samping hadiah.

Cobalah yang berikut:

  • Buatlah kursi toilet serupa dengan ‘kursi terbaik di rumah”. Bila menginginkan anak Anda menghabiskan waktu di toilet, harus ada “fun” tempat yang menyenangkan untuk jalan-jalan. Pergi belanja di toko bersama-sama, belilah kursi toilet seperti, yang dirancang dengan warna kesukaannya atau dalam bentuk yang menarik—bentuk mobil atau berbentuk hewan, misal. Atau dekorlah kursi tsb dengan stker yang cerah. Dapat juga dengan menuliskan nama anak di kursi itu. Anda juga bisa meletakkan semacam buku di boks khusus di dekat kursi kebesaran itu untuk memberinya semangat untuk berlama-lama di toilet.
  • Wow berwarna-warni. Letakkan beberapa tetes biru pewarna makanan di toilet atau kursi toilet. Tunjukkan kepada bayi anak bagaimana cara mewarnanya sama dengan warna air seni---ubahlah warna itu ke warna biru atau hijau. Ketika anak telah menyaksikan perubabhan “magis” itu, mungkin ia akan sangat ingin membuat warna itu sendiri.
  • Bersama rekan ke Toilet. Pergi kamar mandi lebih menyenangkan kalau dengan teman. Seperti --- boneka kesayangan, secangkir minuman, atau sebuah boneka basah. Doronglah anak untuk memberitahukan rekan toiletnya cara menggunakan toilet. Bila ia berhasil memberitahukan temannya itu, maka pastilah ia telah dapat mengetahui cara menggunakan toilet.
  • Membuat sasaran tembak. Untuk menarik dan belajar cara membuang urine sambil berdiri (sampai sejauh mana di dapat menembakkan urin ke dalam lubang toilet ) ; jadikan ini semacam permainan: taruhlah potongan cereal berbentuk O di dalam toilet untuk dijadikan sasaran tembak air seni anak. Dapat juga digunakan kertas tissue sebagai target. Atau belilah target khusus untuk anak pakai sebagai target latihan. Ciptakan sendiri target Anda dalam berbgagai bentuk.

Pakaian dalam dan Pakaian Luar

  • Beli beberapa pakaian dalam khusus "anak besar".. Beralih dari popok ke pakaian dalam adalah cara menarik bagi anak merasa telah “besar”. Dan bagi anak, ini hal yang menarik. Bahkan kalau pun ia belumlah benar siap untuk pakaian dalam anak yang sudah besar, pengalaman berbelanja bagi sementara anak merupakan langkah yang benar.Bila ia telah mengenakan pakaian besar favoritnya, ia akan termotivasi menjaganya tetap bersih dan rapih serta tetap kering. (Belilah beberapa pasang karena akan ada terjadi kecelakaan tidak sengaja menjadi basah)
  • Pakaikan anak pakaian yang mudah dilepas – dipakai lagi. Kalau anak harus disibukkan dengan membuka banyak kancing pakaian sebelum membuka dan melepasnya sebelum menggunakan kursi toilet nya, maka mungkin ia akan berhenti saja menyerah dan tak perlu meneruskannya. Cobalah menyederhanakan pakaian anak; paka sweater atau. -- celana dengan tali elastik di pinggangnya. Dalam bulan-bulan hangat, Anda dapat membiarkannya lari ke sana kemari tanpa baju. Yang harus dilakukannya adalah mencari kursi toiletnya dan duduk!

 

Kalau semua yang Anda lakukan tidak membawa perubahan, itu artinya anak Anda mau memberitahukan bahwa ia belum siap. Dalam hal ini, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membiarkannya, dan mencoba lagi di waktu ketika ia secara fisik dan mental telah siap maju lagi. Kesabaran Anda dan kesiapan anak adalah kombiasi yang sempurna.

 

Lihat artikel sejenis: