Belajar berbicara: bagaimana anak belajar bicara

Belajar berbicara: bagaimana anak belajar bicara

Banyak orang tua mengkhawatirkan perkembangan bahasa anak mereka. Perkembangan bahasa adalah bagian yang penting dalam setiap perkembangan anak dan panduan ini akan membantu Anda mengetahui kapan dan apa yang akan terjadi.

Bagaimana Bayi Berkomunikasi

Bahkan sebelum mereka bisa bicara, anak kecil memiliki kemampuan baik untuk menyampaikan kebutuhan mereka – entah itu menangis untuk mengirim sinyal bahwa mereka lapar, mendengkur ketika mereka bahagia, memalingkan muka dari makanan yang tidak mereka sukai, atau menunjuk mainan yang diinginkan. Suara dan gerakan awal tersebut adalah bentuk komunikasi sederhana yang merupakan dasar komunikasi yang lebih kaya dan berdasarkan bahasa kelak.

Seperti orang dewasa yang belajar bahasa asing, anak kecil biasanya mengerti lebih banyak daripada yang dapat mereka ucapkan. Para ahli perkembangan anak membuat perbedaan antara apa yang dapat dipahami anak (disebut “bahasa reseptif”) dan apa yang dapat diucapkan (disebut “bahasa ekspresif”). Sangat mudah mengetahui apa yang dapat diucapkan anak Anda; Anda hanya perlu mendengarkannya. Tetapi bagaimana Anda tahu apa yang dipahami anak Anda? Salah satu cara adalah dengan mengamati bagaimana dia bereaksi pada apa yang Anda ucapkan.

Kapan bayi akan mengetahui namanya?

Banyak anak mulai mengenali suara dari nama mereka ketika mereka berusia antara 4 dan 8 bulan. Anda dapat mengetahui kapan hal itu terjadi pada anak Anda dengan memanggil namanya dan melihat apakah dia menoleh kepada Anda. Tetapi pastikan anak Anda benar-benar bereaksi terhadap namanya, dan bukan hanya terhadap nada atau bunyi dari suara Anda.

Kapan anak saya akan mengucapkan kata pertamanya?

Tidak lama setelah ulang tahun pertamanya, anak biasanya mulai mengucapakan kata pertamanya. Seiring dengan berjalannya waktu, sekitar usia 20 bulan, banyak anak belajar sebanyak sembilan kata baru setiap harinya – lebih dari 250 kata baru setiap bulan! Dan ketika mereka berusia 2 tahun, anak sering memperoleh pencapaian berikutnya: Mereka mulai menggabungkan kata-kata menjadi “kalimat” dari dua kata, seperti “susu habis” (bisa berarti “Aku menghabiskan susuku” atau “Aku membalikkan gelas susuku dari kursi yang tinggi”).

Sangat sulit untuk menentukan secara spesifik pada umur berapa ketika setiap anak diharapkan memulai tahap pembelajaran bahasa. Bagaimana pun, kebanyakan anak mencapai dasar perkembangan bahasa dalam hitungan beberapa bulan dari umur satu tahun. Jika Anda memiliki pertanyaan atau khawatir tentang perkembangan bahasa anak Anda, pastikan Anda membawa anak Anda ketika pergi ke dokter anak.

Daftar Perkembangan Bicara

9 Bulan

  • Apakah dia menoleh ketika Anda memanggil namanya?

12 Bulan

  • Apakah dia mengoceh, seperti “ma-ma”, “da-da”, atau “ba-ba”?
  • Mengucapkan paling tidak satu kata?

18 Bulan

  • Mengucapakan beberapa kata tunggal?

2 Tahun

  • Mengenali nama anggota keluarga, benda, dan bagian tubuh?
  • Menunjuk sebuah benda atau gambar ketika dikatakan kepada dia?
  • Mengulangi beberapa kata dalam percakapan?
  • Mengucapkan “kalimat” dari dua kata?
  • Mengikuti instruksi sederhana?

Bantu anak Anda mengembangkan kemampuan bicaranya.

1. Mulai sejak dini ketika dia lahir.

Anda dapat bicara, menyanyi, dan membaca untuk anak Anda, untuk membantunya mulai belajar. Coba bicara atau menyanyi ketika waktu makan, waktu mandi, dan bahkan ketika mengganti popok. Cara tersebut akan sangat berharga baginya, dan menyenangkan bagi Anda berdua.

2. Bicara dengan —Bukan kepada —anak Anda.

Bahkan ketika Anda masih dalam tahap mengoceh, Anda berdua bisa saling memiliki “percakapan”. Respons bahasa ocehan bayi Anda, dan jawab kata-kata asli seakan Anda mengerti apa yang dikatakannya (walaupun Anda tidak mengerti). Kemudian biarkan dia “menjawab” dengan beberapa ocehan. Ini mungkin terlihat konyol, tetapi Anda sedang mengajarkan anak Anda bagaimana percakapan terjadi, dan bagaimana bergantian bicara dan mendengar.

3. Mainkan game.

Anda dapat membantu anak Anda belajar kata-kata baru dengan mengucapkan nama benda favorit anak Anda sambil Anda berdua memegangnya: “Ini bolanya” atau “Hmm...sereal”. Ketika anak Anda memahami satu kata, Anda juga dapat mengecek pemahamannya dengan bertanya “Mana bolanya?” dan membiarkannya menjawab dengan menunjuk bolanya. Atau, ketika anak sudah lebih besar dan tahu cara mengucapkan kata, Anda dapat bertanya, “Apa ini?” dan biarkan dia menjawab, “Bola!”

4. Bangun dan kembangkan.

Ketika anak Anda mengucapkan kalimat satu atau dua kata, katakan makna lengkapnya dalam jawaban Anda. Sebagai contoh, jika dia berkata, “Nggak bebek”, Anda mungkin menjawab “Adik nggak mau bebeknya?” (atau, dalam konteks berbeda, “Adik nggak ketemu bebeknya?”). Dengan cara itu, Anda dapat menegaskan bahwa Anda mengerti apa yang dimaksudkannya, dan juga mengenalkan struktur kalimat lengkap.

Hal yang penting untuk diingat adalah pada umumnya perkembangan bahasa terjadi dengan alami dari berbagai aktivitas yang Anda dan anak Anda lakukan setiap hari.

Dapatkan manfaat dari kesempatan untuk bicara, menyanyi, dan bermain dengan anak Anda. Aktivitas tersebut dapat membantu anak Anda belajar, dan juga membantu mempererat ikatan Anda berdua. Yang lebih penting, Anda berdua juga dapat bersenang-senang.

Lihat artikel sejenis: