second-time-dad

Harapan Ayah: menjadi seseorang ayah untuk kedua kalinya

Dengan anak pertamanya, teman baik saya mempersiapkan perjalanan satu jam ke taman seolah-olah ini merupakan perjalanan akhir yang panjang melewati hutan tropis. Dia membawa ransel yang diisi dengan popok tambahan, krim, penyeka, selimut, botol, topi cadangan, beberapa mainan anak, dan beberapa perlengkapan yang tidak terhitung. Pada saat anak laki-lakinya lahir beberapa tahun kemudian, dia meletakkan popok cadangan dalam saku belakang, mengail beberapa penyeka tambahan dan menggendong anaknya di lengannya.

“Sekarang saya tahu saya dapat mengatasi ini,” dia mengatakan kepadaku. “Ini bukan masalah yang besar”.

Hal ini sama dengan kehamilan kedua istrinya. Ayah yang lainnya juga mengatakan itu. Waktu pertama kali, ini seperti perjalanan yang misterius untuk kalian berdua. Setiap suasana hati berubah, setiap rasa, setiap perubahan akan terasa, karena ini sangat baru. Untuk kedua Anda sudah mempunyai petunjuk, yang memberikan Anda perasaan yang lebih baik pada hal itu.

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa ayah kurang terlibat dalam kehamilan kedua daripada yang pertama. Ini lebih seperti, keterlibatan kita berbeda karena kita tertarik satu hal yang berbeda. Kerangka dari berpikir kita sudah berubah. Sebagaimana perjalanan teman ke taman, secara teknis tidak lagi menjadi masalah yang besar. Kita tahu bahwa mual akan terlewati, dan kita mungkin akan mendapatkan “simpati” selama sembilan bulan ini, juga. Kita menyuplai makanan untuk kedepannya hampir seperti kelaparan di tengah malam.

Pada kesempatan kedua, perhatian kita dibagi. Kita tidak bisa lagi hanya fokus pada diri kita sendiri dan pasangan kita; kita harus memberikan perhatian pada anak kita, juga. Apa yang dia pikirkan tentang ini? Bagaimana kita, sebagai keluarga, mengatasi semua perubahan ini?

Pikiran baru yang lainnya memasuki pikiran kita, muncul ketika kita sedikit mengharapkan mereka. Beruntungkah kita bahwa anak pertama kita sehat? Akanakah kita merasakan cara yang sama tentang anak kedua kita sebagaimana yang kita lakukan dengan yang pertama? Bagaimana kita akan membayar untuk sekolah? Apakah rumah kita cukup besar? Cukup amanakah pekerjaan kita? Bagaimana jika sesuatu buruk terjadi?

Sungguh penting untuk membicarakan tentang permasalahan ini. Bawa mereka dalam diskusi terbuka untuk membantu meletakkan mereka dalam sudut pandang. Satu cara unggul untuk dilakukan adalah mendaftar untuk kelas pra-kelahiran lainnya. Ya, Anda telah melewati ini sebelumnya; Anda mungkin dapat mengingat latihan pernapasan, contoh plastik dan pijatan punggung. Tetapi saat ini Anda akan masuk dalam kelas sebagai pengunjung berpengalaman. Murid lain akan mengharapkan pengetahuanmu. Anda akan dapat mendengar beberapa hal yangAnda lewatkan waktu pertama kali.

Dan Anda akan mempelajari apa yang berbeda saat ini, dan apa yang dapat dilakukan untuk membantu.

Lihat artikel sejenis: